Benarkah Tuhan Bisa Tertawa
Dalam al-Qur’an dikenal sebuah istilah ayat Mutasyabihat , maksud dari ayat Mutasyabihat ini bisa dipahami dengan kata dalam al-Qur’an yang maknanya masih ambigu. Maksud dari ambigu disini adalah ayat Mutasyabihat itu jika dimaknai dengan sutu makna masih punya potensi dimaknai dengan yang lainnya. Dalam hadis juga ditemui kata yang Mutasyabihat seperti dalam al-Qur’an, misalnya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدُسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ رَبُّنَا مِنْ قُنُوطِ عِبَادِهِ وَقُرْبِ غِيَرِهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَ يَضْحَكُ الرَّبُّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ لَنْ نَعْدَمَ مِنْ رَبٍّ يَضْحَكُ خَيْرًا Abu Bakr bin Abu Syaibah Telah menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah dari Ya'la b...